hari ini, panas. seperti matahari yang diam tepat di atas belahan bumi bagian utara.
pasir bergesekan, daun
menguning dan perlahan jatuh keatas tanah yang haus. Harmoni gurun yang terasa mulai membuka
mulut manusia kutub
.’wahai para negro, masih sanggupkah engkau untuk bertahan ditengah panas
terik yang melanda belahan bumi bagianmu?’
dari bibir tebal yang gelap itu hanya terlontar
senyuman tipis tanda keengganannya menjawab. tubuh berkulit putih itupun dibuat penasaran,
karena hampir semua bangsa satu ras-nya merasakan derita akibat ulah sang raja terik, tetapi
sang negro hanya diam, menunduk, seperti orang bisu yang tersipu malu.
sesaat setelah senyuman itu berakhir, sang negro
membisikan sesuatu, dengan lembut, ‘wahai saudaraku, inilah surga kami’.